OBYEK DAN DAYA TARIK WISATA ALAM KLATEN

OBYEK WISATA BUATAN KAB KLATEN WISATA ZIARAH DI KABUPATEN KLATEN

BIODATA

Selamat Datang di Website :
Drs LUGTYASTYONO BUDINUGROHO M.Pd
Kepala SMA N 1 Wedi Kab Klaten
Email :
lugtyastyonobd4@gmail.com

Jumat, 12 Februari 2010

PENGEMBANGAN PARIWISATA DI KLATEN



OLEH :
DRS LUGTYASTYONO BN M.Pd
SEKRETARIS DISBUDPARPORA KLATEN

PEMERINTAH KABUPATEN KLATEN
DINAS KEBUDAYAAN PARIWISATA DAN PEMUDA OLAH RAGA


1. Wisata adalah kegiatan perjalanan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dengan mengunjungi tempat tertentu untuk tujuan rekreasi, pengembangan pribadi, atau mempelajari keunikan daya tarik wisata yang dikunjungi dalam jangka waktu sementara.

2. Wisatawan adalah orang yang melakukan wisata.

3. Pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata dan didukung berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, Pemerintah, dan Pemerintah Daerah.

4. Kepariwisataan adalah keseluruhan kegiatan yang terkait dengan pariwisata dan bersifat multidimensi serta multidisiplin yang muncul sebagai wujud kebutuhan setiap orang dan negara serta interaksi antara wisatawan dan masyarakat setempat, sesama wisatawan, Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan pengusaha.

1.
1.

PARIWISATA MENCIPTAKAN DAMPAK EKONOMI MULTI GANDA PARIWISATA :
yang memberi peluang bagi tumbuhnya Usaha dan peran masyarakat lokal Dalam sektor Kepariwisataan :
  1. Dampak langsung
  2. Dampak tak langsung
  3. Dampak ikutan

1. Dampak langsung :

Hotel, Restoran, Perusahaan angkutan / Airline , Galleri, art shop, Jasa keuangan

2. Dampak tak langsung :

Karyawan Hotel, Restoran, Sopir angkutan um,um , Pengrajin cindera mata Pompa bensin penjual sayuran , buah dan makanan seniman, iklan / percetakan

3. Dampak ikutan :

Petani sayuran, bunga dan buah, Peternakayam, ikan dan sapi, Penghasil bahan baku kerajinan Sektor agrobisnis

SADAR WISATA

Sadar Wisata adalah Terciptanya suatu kondisi kepariwisataan di Indonesia yang diinginkan ditengah-tengah masyarakat melalui penerapan unsur-unsur sapta pesona secara konsekuen dan konsisten atas dasar kesadaran yang tumbuh dari dalam sendiri

Contoh : – Ilustrasi “ Pohon Pariwisata “


Kalau kita menanam pohon Mangga , Banyak hal yang harus diperhatikan untuk merawat tanaman Mangga ini . Merawat tanaman tak hanya cukup memberi air dan pupuk supaya tanaman tumbuh subur dan sehat, tetapi juga memperhatikan jenis tanaman, kondisi tanah, iklim dan penyakit yang kemungkinan dapat menyerang sehingga juga perlu disemprot agar tak terkena haman.

Apabila Pariwisata hendak kita gambarkan seperti pohon Mangga tersebut maka sadar wisata dapat kita gambarkan bagian bawah yaitu bagian akarnya

jadi kesimpulannya bahwa kedudukan Sadar Wisata pada bagian bawah yaitu bagian akarnya, akan menjadi pondasi ( penjyangga ) yang kuat sehingga akan tumbuh subur dan kuat

SAPTA PESONA

sapta pesona adalah kondisi yang harus diwujudkan dalam rangka menarik minat wisatawan berkunjung ke suatu daerah atau negara kita, agar wisatawan memperpanjang masa tinggal (length of stay) disuatu daerah serta memperoleh kepuasan atas kunjungannya.

Sapta pesona terdiri dari tujuh unsur yaitu :

  1. AMAN,
  2. TERTIB,
  3. BERSIH,
  4. SEJUK,
  5. INDAH,
  6. RAMAH, DAN
  7. KENANGAN
1.AMAN

Wisatawan akan senang berkunjung dan tinggal di suatu tempat apabila mereka merasa aman,tentram tidak takut baik bagi dirinya maupun harta bendanya, yaitu :

  • Bebas dari kejahatan, pencopetan, pemerasan, penodongan selama berada ditempat objek wisata dan tempat – tempat lainya.

  • Terserang penyakit menular dan penyakit lainnya

  • Bebas dari kecelakaan yang disebabkan alat perlengkapan dan fasilitas yang diperlukan kurang baik.

  • Bebas dari gangguan masyarakat, seperti pemaksaan oleh pedagang asongan, tangan jahil, ucapan dan perilaku yang tidak bersahabat di tempat – tempat rekreasi atau objek wisata.
2. TERTIB

Kondisi yang tertib adalah sesuatu yang sangat didambakan oleh setiap orang, termasuk wisatawan yang tercermin dari suasana yang teratur, rapi, adanya disiplin yang tinggi seperti :

  • Lalu lintas tertib, teratur dan lancar, alat transportasi tepat waktu

  • Jam masuk kerja karyawan baik karyawan di hotel – hotel, biro perjalanan, karyawan di objek wisata selalu tepat waktu.

  • Tata letak bangunan, lalu lintas daan sarana transportasi lainnya serta taman kota yang tertata rapi, sesuai dengan aturan yang berlaku

  • Pelayanan dilakukan secara baik dan tepat.

  • Informasi yang benar dan tidak membinggungkan

3. BERSIH

Bersih adalah sesuatu keadaan / kondisi lingkungan dan suasana yang menampilkan kebersihan dan kesehatan di semua tempat yang menjadi kegiatan manusia baik ditempat umum maupun di daerah-daerah tempat tujuan,

seperti:

  • Lingkungan yang bersih di objek-objek wisata, hotel-hotel, restoran dan sarana angkutan bersih dari sampah, kotoran, coret-coret, asap knalpot mobil dan lain-lain.

  • Makanan dan minuman yang akan dikonsumsi bersih dan sehat, didukung WC/Toilet yang higienis serta suasana lingkungan yang nyaman dan tertata apik.

  • Penggunaan dan penyediaan alat perlengkapan yang bersih seperti sendok,garpu, piring, tempat tidur alat olah raga dan sebagainya

  • Pakaian dan penampilan petugas bersih rapi dan tidak mengeluarkan bau yang tidak sedap dan lain sebagainya

4. SEJUK

Sejuk adalah suatu keadaan/kondisi yang menampilkan lingkungan dan suasana yang sejuk, nyaman dan tenteram karena lingkungan yang serba hijau, segar dan asri. Kesejukan yang dikehendaki tidak saja harus berada di luar ruangan atau bangunan, akan tetapi di dalam ruangan kerja, lobby, kamar-kamar hotel, ruangan kantor biro-biro perjalanan dan sebagainya.

  • Turut aktif memelihara keindahan pepohonan dilingkungan, serta hasil penghijauan yang telah dilaksanakan oleh masyarakat atau pemerintah.

  • Mengisi ruangan kerja, kamar-kamar dengan berbagai penghijauan/bunga-bungaan yang alami.

  • Berperan aktif dalam melaksanakan misalnya melakukan penanaman pohon dilingkungan objek wisata, halaman hotel-hotel, rumah makan, pertokoan dan perkantoran serta rumah-rumah tempat tinggal.

  • Membentuk perkumpulan yang tujuannya memelihara kelestarian lingkungan

5. INDAH

Keadaan/suasana yang menampilkan lingkungan yang menunjukkan keserasian dan keselarasan suatu lingkungan seperti tata warna, tata letak, tata bentuk ruang, gaya, gerak serasi dan selaras di objek wisata serta akomodasi sehingga memberi yang enak dan cantik untuk dilihat dan nuansa indah yang memenuhi nilai-nilai estetika.

6. RAMAH

Ramah adalah suatu sikap dan perilaku seseorang yang menunjukkan keakraban, sopan dan senang membantu. Suka tersenyum Ramah tamah sebagaimana yang dimaksud merupakan watak dan budaya Indonesia yang selalu menghormati tamunya dan dapat menjadi tuan rumah yang baik. Sikap ramah-tamah ini menjadi salah satu hal yang sangat menarik bagi wisatawan. Sebagai contoh sikap ramah-tamah yang diharapkan wisatawan baik di hotel maupun di objek-objek wisata dan pusat-pusat perbelanjaan, yaitu sikap ramah petugas atau karyawan dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan.

7. KENANGAN

Kenangan adalah suatu kesan yang melekat kuat pada ingatan dan perasaan seseorang yang disebabkan oleh pengalaman yang diperolehnya. Kenangan yang ingin diwujudkan dalam ingatan wisatawan adalah kenangan indah dan menyenangkan dalam berwisata pada akhirnya akan berkesan dan ingin mengunjungi tempat wisata tersebut dilain waktu

antara lain:

  • Akomodasi yang nyaman, bersih, sehat, pelayanan yang cepat, tepat dan bersih. Suasana yang mencerminkan ciri khas daerah dalam bentuk dan gaya bangunan, suasana dan dekorasinya.

  • Atraksi seni dan budaya yang khas dan mempesona, baik itu berupa seni tari, seni suara dan berbagai macam upacara

  • Makanan dan minuman khas daerah yang lezat dan nikmat dengan penampilan dan penyajian yang menarik sebagai oleh-oleh bagi wisatawan yang berkunjung dan dan dapat dijadikan jati diri ( identitas ) bangsa.

  • Tersedianya berbagai souvenir ( cinderamata ) yang bagus dan menarik hasil kerajinan masyarakat setempat ( khas ) yang mudah dibawa dan dengan harga yang terjangkau, mempunyai arti tersendiri dan dapat dijadikan bukti atau kenangan


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar